Inilah Cara Orang Tua Mengajarkan Kebohongan Pada Anak!

Suatu hari Anda mendapat laporan dari tetangga, guru atau siapa pun yang mengadukan sikap anak atau siswa Anda, misalkan mencuri, berkelahi atau perbuatan lain yang melanggar aturan. Atau dengan tidak sengaja Anda melihat perbuatan tidak baik atau pun mendengar anak Anda berkata yang tidak sopan. Apa yang Anda lakukan?


Biasanya orang tua atau guru akan menanyakan kepada anak, bagaimana kabar di sekolah? Ada masalah tidak? Siapa yang memecahkan piring ini (padahal anda tahu, anak andalah pelakunya)? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sebetulnya merupakan keinginan anda untuk ‘melatih anak agar jujur’ atau ‘menjebak’ si anak.

Atau yang terjadi di sekolah-sekolah (termasuk sekolah tempat saya mengajar pernah mempraktikkanya) yaitu pada saat apel atau berkumpul para siswa ditanya, "Siapa yang terlambat?", "Siapa yang tidak melaksanakan tugas?", "Siapa yang mengobrol?", dan pertanyaan-pertanyan lain yang cenderung memancing anak untuk berbohong, karena jika mereka menjawab jujur tentu harus menerima konsekuensi sementara jika berbohong, anak akan aman.
Namun sebetulnya bukan kejujuran yang anda peroleh, karena jika anak memberikan jawaban yang tidak benar, anda akan langsung bereaksi keras! Dan jika hal ini dilakukan berulang-ulang, anak anda akan terbiasa dalam situasi disudutkan dan mulai mencari-cari alasan terhadap perilakunya, dan inilah latihan kebohongan! Atau jika Anda tidak bereaksi, maka akibatknya tak kalah mengerikan : anak akan merasa aman dalam kebohongannya.
Apa yang harus dilakukan jika anda mendapat pengaduan atau anda sendiri mengetahui anak anda melakukan kesalahan? Bicaralah terang dan katakan bahwa ANDA TAHU PERMASALAHANNYA! Teknik untuk melakukan hal ini dapat anda naca pada artikel Cara Berbicara Saat Anak Melakukan Kesalahan!

Bagikan artikel melalui :

KOMENTAR

1 comments:

  1. Ya, selama ini kami nggak sadar dengan pola pendidikan tersebut. Terima kasih untuk penulis, semoga masih dapat terus berkarya!

    BalasHapus